Akhirnya ane kembali ke blog ini, setelah sebulan vacum cleaner, eh vacum dari dunia per-ngetik-an. Setelah lama tidak melakukan penetrasi fisik terhadap laptop, ane pun memberanikan diri menanang maut menerjang badai untuk minjem laptop sama agil. Sambil jari tangan mencolek-colek agil dengan nakal.
"agil-agil pinjem laptop dong"
"iya-iya ambil aja Ngga"
"iya-iya makasi gil", semua percakapan dilakukan oleh ane seorang, secara agil lagi ngorok dengan kekuatan 5 desibel.
![]() |
| Agil |
Malam ini Malinda (nama aslinya Marinda, tapi ngomongnya masi kayak Lulu, adiknya Lupus, pake sensasi anak kecil) masih sibuk dengan pertanyaan beratnya.
"apa cih bedanya pelatulan cama kebijakan?"
"hmmm..", ane cuman bisa menggumam
"apaa yaaa.. beda kebijakan cama pelatulan?"
"hmmm...", masih belum bisa menjawab
"eh, bedanya kebijakan cama pelatulan apa ya? apa ya?
Waduh. Kalimat itu terngiang-ngiang dikepala , berlarian memutar-mutar berjungkat-jungkit memenuhi otak ane yang kapasitasnya kecil. TIDAAAAAAKKKK...!!! Marinda, eh Malinda, telimakacih ia udcah buats akyu jadi mikiyin jawaban peltanyaanmu campe gak bica tidul. Adcuh adcuh.. *&^%$#@*$%^&&%$
![]() |
| Malinda |
Dipojokkan tertidur seonggok manusia dengan berselimutkan kain putih, bukan kafan koq, :) Meringkukkan badan membentuk huruf "Q"(becanda-becanda, mati anak orang kalo gtu, hehe), beralaskan tas laptop berwarna hitam. Tiap 5 menit kakinya bergoyang, tiap 10 menit pantatnya bergoyang, tiap setengah jam Agil ngentut (padahal dia tidur sodara-sodara!!). Asal kalian tau aja, dia dateng dengan semangat akan mengerjakan tugas. Tapi mengapa dia tertidur pulas? hahahha.. ane juga kagak tau juragaaann...!!! Siapakah "dia"? Siapakah korban yang meringkuk bagai seonggok korban dipojokkan?? siapakah dia sodara-sodara?? SIAPAKAH DIAAA...????
Dia adalah temen ane yang baik sekali, paling rajin kalo bagian cuci-mencuci dan nyapu-menyapu.. Cuci piring temen-temen se-Zanweerd dan nyapu nasi se-Ricecooker. Dialah, Adibah Nurul Yunisya, ( dibaca Dibeh)
![]() |
| Dibeh |
Malam pun bergerak larut, waria beranjak mulai berkeliaran. Ditengah kamar yang hening, cukup sepertinya episode kali ini untuk menceritakan 3 teman ane disini. Semoga dilain waktu masih ada kesempatan yang datang. Empat kali empat sama dengan duabelas tambah empat, sempat tidak sempat pasti disempat-sempatin. Tot Ziens.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar